APERNAS Dukung Program Sejuta Rumah

Dirjen Pembiayaan Perumahan KemenPUPR, Maurin Sitorus  mewakili Menteri PUPR membuka acara Munas III APERNAS (Asosisiasi Pengembang Rumah Sederhana Sehat Nasional), di Hotel Oak Tree, Semarang (6/8). Dalam sambutan Menteri PUPR disampaikan oleh Dirjen Pembiayaan Perumahaan  disampaikan bahwa selain target-target yang telah dituangkan dalam RPJMN Tahun 2015-2019, pemerintah juga mencanangkan Program Sejuta Rumah untuk Rakyat.

“Kami telah menyusun Konsep Program Sejuta Rumah Tahun 2015 bagi MBR  sebanyak 603.516 unit dan Non-MBR sebanyak 396.484 unit,” ucap Maurin Sitorus.

Untuk merealisasikan Program Pengembangan Sejuta Rumah khusus bagi MBR, diperkirakan akan membutuhkan dana sebesar Rp. 64,5 triliun meliputi uang muka  Rp. 1,85 triliun. Dana Penyertaan Bank Rp. 6,2 triliun, FLPP  Rp 56 triliun. Sisanya diharapkan dapat difasilitasi oleh lembaga/instansi terkait, seperti BPJS-T, Bapertarum-PNS, PT Taspen, dan Perbankan.

Lebih lanjut dikatakannya bahwa kunci keberhasilan program ini adalah sinergitas para pelaku yang terlibat khususnya pemerintah daerah terkait perizinan dan fasilitasi penyediaan lahan.

“Salah satu terobosan pemerintah ke depan adalah melalui pengembangan penyediaan dan pencadangan tanah, penataan dan konsolidasi tanah, pemanfaatan tanah negara, tanah terlantar dan pendayagunaan tanah wakaf,” tutur Maurin Sitorus.

Dalam acara tersebut juga dilakukan ground breaking pembangunan 5.400 unit rumah KPR FLPP di 8 lokasi sebagai dukungan dari APERNAS dalam mensukseskan Program sejuta rumah.

Sementara itu, Ketua APERNAS M. Aris Suwirya, dalam sambutannya menyampaikan bahwa APERNAS siap mendukung program sejuta rumah.

“Para pengembang yang tergabung dalam APERNAS tidak terbentur masalah tanah akan tetapi mereka terkendala masalah perijinan. Oleh karena itu, kami meminta bantuan pemerintah untuk pemecahan masalah tersebut agar program sejuta rumah untuk MBR dapat segera terwujud, ” tutur M. Aris Suwirya.

M. Aris Suwirya mengharapkan kepada Kementerian Agraria dan tata ruang mengenai pengembangan sertifikat hak milik menjadi sertifikat HGB (hak guna bangunan).

“Kami  mengharapkan kementerian Agraria dan Tata Ruang dapat mempercepat proses pengembangan hak milik menjadi HGB,” ujarnya.

Pada akhirnya M. Aris Suwirya menyampaikan kembali komitmennya untuk selalu mendukung pemerintah dalam menyukseskan program sejuta rumah untuk MBR.

sumbar (http://www.pu.go.id/)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 10 = 17